Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!

Dipublish pada Senin, 6 Okt 2025 | 14:25

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!-0

Samsung semakin serius memperkuat lini audio mereka lewat kehadiran Galaxy Buds Core, TWS terbaru yang menawarkan konsep sederhana, ringan, dan fungsional. Tidak seperti seri Pro atau Buds2, model ini bukan dibuat untuk memamerkan teknologi paling mahal, tapi untuk memberi pengalaman yang nyaman, ringkas, dan cerdas di keseharian.

Setelah beberapa hari saya menggunakannya, saya bisa bilang Buds Core adalah TWS yang lebih “jujur”, tidak berlebihan, tapi tahu betul apa yang dibutuhkan pengguna modern.

Kesan pertama ketika membuka kemasannya: simpel tapi terasa rapi. Desain charging case-nya kecil, engsel terasa kokoh, dan bobotnya begitu ringan. Saat membuka tutupnya, kedua earbud langsung aktif dan pairing cepat muncul di layar smartphone Galaxy saya.

Proses pairing-nya mulus hampir instan. Ini salah satu keuntungan utama berada di ekosistem Samsung, semuanya terasa menyatu tanpa perlu buka pengaturan manual.

Secara desain, Galaxy Buds Core lebih mirip dengan pendekatan “open-fit” ketimbang in-ear yang rapat. Tidak ada silikon eartips yang menekan lubang telinga. Bentuknya ergonomis dan menyatu di bagian luar telinga, cocok buat pengguna yang tidak suka sensasi tertutup di telinga seperti kebanyakan earbud tradisional.

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!-1

Beratnya hanya sekitar 5 gram, benar-benar ringan. Saya mencoba memakainya selama beberapa jam sambil bekerja di depan laptop, dan tidak ada rasa pegal sama sekali. Bahkan sering kali saya lupa kalau masih memakainya.

Kualitas audio jadi hal yang paling saya perhatikan. Dari beberapa hari penggunaan, karakter suaranya terasa seimbang. Nada rendah (bass) cukup dalam tanpa mendominasi, mid terdengar jelas, dan treble-nya bersih tapi tidak menusuk. Samsung tampaknya sengaja mengatur tuning agar tetap netral dan mudah dinikmati semua orang.

Untuk mendengarkan musik pop, jazz, hingga podcast, hasilnya menyenangkan. Volume maksimumnya pun cukup kuat untuk ukuran TWS open-fit, tapi tetap nyaman. Kelebihan dari desain semi-terbuka ini, kamu masih bisa mendengar sedikit suara sekitar, berguna saat di luar ruangan agar tetap waspada.

TWS dengan Fitur Terlengkap

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!-2

Fitur Active Noise Cancellation (ANC) tetap tersedia, dan meski tidak sekuat Buds2 Pro, fungsinya terasa nyata. Ketika saya aktifkan di ruang kantor, suara AC dan deru kipas komputer langsung meredup. Saat di luar ruangan, ANC mampu mengurangi bising lalu lintas tanpa menghilangkan semua suara, jadi masih aman buat pengguna yang ingin tetap sadar lingkungan. Buat commuting, perjalanan di kereta, atau bekerja di tempat ramai seperti kafe, kemampuan ini sangat membantu meningkatkan fokus.

Yang menarik, ada juga Ambient Mode yang memungkinkan kita mendengar suara luar dengan jelas tanpa melepas earbud. Saat saya menggunakannya di toko atau saat ada teman bicara, fitur ini terasa natural. Suara sekitar terdengar jernih tanpa delay, seolah tidak sedang memakai earbud sama sekali. Transisi antara mode ANC dan Ambient juga cepat, bisa diatur lewat kontrol sentuh di permukaan earbud atau melalui aplikasi Galaxy Wearable.

Soal baterai, daya tahannya lebih baik dari yang saya duga. Samsung mengklaim Buds Core mampu bertahan hingga 6 jam pemakaian per charge, dan total 18 jam dengan charging case. Dalam pengujian saya, hasilnya cukup mendekati: sekitar 5,5 jam tanpa ANC, dan 3,5–4 jam dengan ANC aktif. Case-nya bisa mengisi ulang hingga tiga kali, sehingga total daya tahan mencapai lebih dari 20 jam.

Pengisian daya lewat USB-C pun cepat, dan dalam waktu kurang dari satu jam, baterai sudah penuh lagi. Buat pengguna aktif seperti saya, daya tahan seperti ini cukup untuk seharian penuh tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah aktivitas.

Performa mikrofon juga patut diapresiasi. Untuk panggilan di ruangan tertutup, suara terdengar jernih di kedua arah. Di luar ruangan, suara angin atau kendaraan memang sedikit terdengar, tapi tidak mengganggu komunikasi.

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!-3

Samsung menanamkan sistem AI Noise Reduction untuk menyesuaikan sensitivitas mikrofon terhadap suara lingkungan, dan hasilnya terasa lebih baik dibandingkan beberapa earbud di kelas yang sama. Buat meeting online, voice note, atau video call, Buds Core bisa diandalkan.

Dari sisi fitur tambahan, Galaxy Buds Core membawa sentuhan cerdas yang sebelumnya hanya ada di seri atas. Salah satu yang paling menonjol adalah integrasi Galaxy AI yang memungkinkan fitur seperti Interpreter Mode dan Live Translate.

Fitur ini bekerja dengan cukup baik ketika saya mencobanya bersama teman asing, terjemahan muncul real-time, dan meski kadang ada sedikit jeda, hasilnya cukup akurat. Fitur seperti ini benar-benar menambah nilai fungsi, bukan sekadar gimmick. Sangat membantu bagi pengguna yang sering bepergian atau berinteraksi lintas bahasa.

Konektivitasnya juga stabil berkat Bluetooth 5.4 dengan dukungan codec AAC, SBC, dan Samsung Scalable Codec. Saya bisa berjalan sekitar 10 meter dari ponsel tanpa kehilangan koneksi. Saat menonton video, sinkronisasi audio-visual terasa mulus tanpa jeda.

Satu lagi kelebihan kecil tapi penting, Buds Core memiliki rating IP54, artinya tahan terhadap debu sebagian dan percikan air. Saya sudah memakainya saat jogging ringan dan sedikit berkeringat, dan sejauh ini tidak ada masalah.

Secara keseluruhan, Galaxy Buds Core bukanlah TWS untuk audiophile yang mengejar detail ekstrem, tapi justru TWS paling realistis untuk mayoritas pengguna dan merupakn TWS dengan fitur terlengkap.

Review Samsung Galaxy Buds Core, Siapa Bilang TWS Gak Bisa Pakai AI!-4

Kualitas suaranya bagus, fiturnya lengkap, baterainya tahan lama, dan integrasi AI-nya memberi nilai lebih. Di dunia di mana banyak earbud murah menjual gimmick, Buds Core memilih jalan yang lebih fungsional dan relevan.

Kalau bicara harga, Galaxy Buds Core diposisikan di bawah seri Buds Pro, dan diperkirakan akan dijual di kisaran Rp 1,5–2 jutaan saat masuk resmi ke Indonesia.

Dengan fitur-fitur seperti ANC, AI interpreter, dan daya tahan tinggi, harganya tergolong sangat kompetitif. Terlebih lagi, pengguna ekosistem Galaxy akan merasakan manfaat terbesar berkat sinkronisasi cepat dan fitur Auto Switch antarperangkat.

SpesifikasiDetail
Nama ProdukSamsung Galaxy Buds Core
DesainOpen-fit, ringan (5,3 g per earbud), dengan wingtips ergonomis
Driver & AudioDynamic Driver 11 mm, tuning seimbang (bass lembut, vokal jernih, treble natural)
KoneksiBluetooth 5.4, dukungan codec AAC / SBC / Samsung Scalable Codec
ANC (Active Noise Cancellation)Ya, dengan mode ANC adaptif dan Ambient Mode
AI & Fitur PintarInterpreter Mode, Live Translate, Auto Switch antar perangkat Galaxy, Galaxy AI Integration
MikrofonDual-mic dengan AI Noise Reduction, jernih untuk panggilan indoor dan outdoor
KetahananSertifikasi IP54 (tahan debu sebagian dan cipratan air ringan)
KontrolTouch Sensor untuk Play/Pause, ANC, Ambient, dan panggilan
Daya & BateraiEarbud: 65 mAh per sisi • Case: 500 mAh • Total 20–25 jam (ANC on/off)
PengisianUSB Type-C, pengisian penuh ±1 jam
KompatibilitasAndroid 8.0+ dengan 1,5 GB RAM ke atas (fitur AI optimal di Galaxy)
Aplikasi PendukungGalaxy Wearable App (EQ, ANC, Ambient, Gesture Control, AI Mode)
Dimensi & Bobot Case50,3 × 27,7 × 31,2 mm • ±31,2 g
WarnaGraphite Black, White, Mint
Harga PerkiraanSekitar Rp 1.799.000 – Rp 2.099.000 (perkiraan pasar global 2025)

Kesimpulannya, Samsung Galaxy Buds Core adalah earbud yang simpel, nyaman, dan cerdas. Tidak berusaha jadi TWS paling canggih, tapi justru paling praktis di dunia nyata. Desainnya ringan, fiturnya lengkap, dan performanya konsisten. Kalau kamu mencari TWS yang bisa diajak kerja, olahraga, hingga santai tanpa ribet charging, ini salah satu pilihan paling ideal di tahun 2025.

Share :
Imam Ali
1052 Posts

Berbekal photography dan multimedia desain membuka jalan ke perusahaan konsultan cekindo.com. Awali karir jurnalistik di Majalah Chip Foto Video. Ketertarikan pada teknologi dan gadget berkembang ke Majalah Chip dan Chip.co.id, mulai dari review gadget dan peripheral PC, berlanjut ke Tabloid Sinyal dan SinyalMagz. Hobi otomotif memberi kesempatan bekerja di Agency mengawal konten otomotif. Di Pricebook, membuat beragam artikel terkait news, ulasan dan review serta info pasar yang berbasis SEO.