Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Garmin Ajak Masyarakat Detoks Digital dan Mulai Gaya Hidup Berkelanjutan

Dipublish pada Selasa, 24 Feb 2026 | 10:58

Garmin Ajak Masyarakat Detoks Digital dan Mulai Gaya Hidup Berkelanjutan

garmin ramadan

Bertepatan dengan momentum Ramadan, Garmin menggelar acara buka puasa bersama media bertajuk “Time to Reset”, sekaligus menyampaikan pesan ajakan kepada masyarakat untuk menjadikan bulan suci tahun ini sebagai kesempatan menata ulang kebiasaan dan memulai pola hidup yang lebih seimbang serta berkelanjutan.

Tema ini selaras dengan perkembangan tren kesehatan dan gaya hidup di Indonesia. Mengacu pada laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, terjadi pergeseran prioritas, khususnya di kalangan generasi muda. 

Kesehatan kini tidak lagi dipahami sebagai tubuh yang bebas dari penyakit fisik, tetapi mencakup keseimbangan mental (mindfulness), pengelolaan konsumsi digital (digital wellbeing), serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan (eco-conscious living).

Data menunjukkan bahwa konsep wellness saat ini bertumpu pada empat pilar utama, yaitu nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, serta hubungan sosial yang berkualitas. Di saat yang sama, praktik digital wellbeing semakin populer, di mana masyarakat mulai mengelola waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital guna mengurangi stres dan kecemasan akibat konektivitas yang berlebihan.

Hal ini diyakini oleh Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, yang mengatakan bahwa Ramadan menjadi momen terbaik untuk menekan ‘tombol pause’ dan melakukan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan.

garmin wellness

“Kami melihat tren wellness bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa masyarakat merindukan keseimbangan. Kami ingin teknologi kami membantu pengguna untuk lebih ‘hadir’, di momen nyata; memantau stres dengan lebih bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam,” sambung Chandrawidhi.

Dalam kegiatan ini, Garmin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan sebagai waktu refleksi dan pemulihan diri. Mengurangi distraksi digital, memperbaiki kualitas istirahat, dan melatih kesadaran diri menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik.

Teknologi wearable berperan sebagai alat bantu yang mendukung kesadaran tersebut. Melalui fitur pemantauan kesehatan, pengguna dapat memahami kondisi tubuh secara lebih komprehensif dan membuat keputusan gaya hidup yang lebih bijak.

Garmin mendorong masyarakat untuk memulai langkah kecil, seperti memantau kualitas tidur melalui Advanced Sleep Monitoring, memahami tingkat energi tubuh melalui Body Battery, serta meluangkan waktu untuk latihan pernapasan (breathwork) guna membantu mengelola stres.

garmin wellness

Selain itu, Garmin juga menyoroti kebangkitan tren wellness tourism yang diprediksi menjadi salah satu pendekatan populer dalam menjaga kesehatan di tahun 2026. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap kualitas hidup, wisata kebugaran tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat, tetapi sebagai kebutuhan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental di tengah kesibukan.

Melalui kampanye “Time to Reset”, Garmin Indonesia berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk menjalani Ramadan dengan kesadaran yang lebih utuh, dengan menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, hubungan sosial, dan lingkungan.

“Kampanye Time to Reset adalah ajakan untuk menggunakan teknologi agar kita bisa hidup lebih sehat dan lebih sadar, bukan sebaliknya,” tutup Chandrawidhi.

Share :
Restu Aji Siswanto
1144 Posts

Gemar mengikuti perkembangan teknologi gawai, baik yang rilis di Indonesia maupun yang tidak masuk pasar lokal. Ketertarikan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi, rekomendasi, dan tips berbelanja melalui beragam artikel dan ulasan produk.