
ITSEC Asia mempertegas posisi perusahaan sebagai salah satu pemimpin keamanan siber di kawasan dengan mengumumkan rencana ekspansi internasional, gelaran Cybersecurity & AI Summit 2026, serta program pemberdayaan perempuan SheCure Digital.
Agenda strategis ini dikemas untuk menjawab peningkatan ancaman cyber global serta kebutuhan industri terhadap solusi keamanan yang lebih modern, adaptif, dan selaras dengan perkembangan kecerdasan buatan.
Fokus Pada Pertumbuhan Regional ASEAN

Dalam keterangannya, ITSEC Asia menegaskan bahwa ekspansi perusahaan akan difokuskan pada pasar Asia Tenggara, sejalan dengan tingginya permintaan konsultasi keamanan digital, penguatan compliance, hingga kesiapan AI security di berbagai sektor.
Perusahaan juga menyasar kolaborasi lanjutan dengan institusi pemerintah, usaha enterprise, hingga pelaku start-up agar transformasi digital nasional berjalan aman, efektif, dan sesuai standar global.
Tekanan terhadap keamanan data, adopsi cloud, serta percepatan pemanfaatan AI mendorong sektor bisnis untuk menghadirkan pendekatan baru yang lebih matang terhadap cyber assessment, digital risk management, hingga SOC modernization.
ITSEC Asia menyebut bahwa inilah momentum tepat untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan pengalaman teknis yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Sebagai bagian dari rencana ekspansi, ITSEC Asia juga akan menggelar Cybersecurity & AI Summit 2026 di Jakarta, yang menghadirkan pakar keamanan digital, regulator, institusi finansial, operator teknologi, hingga sektor kritikal nasional.
Summit ini dirancang menjadi panggung diskusi mengenai tata kelola keamanan AI, mitigasi risiko algoritmik, penguatan standar compliance, serta model pertahanan data di tengah penggunaan kecerdasan buatan yang semakin luas.
Selama konferensi, peserta akan membahas berbagai isu krusial, seperti:
- Data governance dan perlindungan privasi
- Risiko bias dan manipulasi model AI
- Ancaman cyber yang menargetkan infrastruktur digital
- Strategi mitigasi insiden secara responsif dan terukur
ITSEC Asia menegaskan bahwa cybersecurity bukan lagi lapis tambahan, tetapi fondasi utama transformasi digital Indonesia dalam lima tahun ke depan.
SheCure Digital: Dorong Akses Keamanan Siber untuk Perempuan

Selain konferensi besar, ITSEC Asia meluncurkan SheCure Digital, sebuah program pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan literasi keamanan digital.
Program ini membuka akses pembelajaran untuk topik-topik fondasional seperti ancaman siber, manajemen privasi, hingga keamanan identitas digital.
SheCure Digital juga mendorong perempuan memasuki sektor cyber security secara profesional, memberikan peluang peningkatan kompetensi, akses pelatihan teknis, sertifikasi, hingga bimbingan karir.
Inisiatif ini sekaligus mendukung pemerataan talenta digital dan memperkuat keterlibatan perempuan dalam industri keamanan siber yang selama ini masih didominasi laki-laki.
ITSEC Asia menilai bahwa keberhasilan perlindungan infrastruktur digital hanya dapat tercipta melalui kerja sama lintas ekosistem.
Perusahaan mendorong sinergi dengan pemerintah, regulator, sektor finansial, industri telekomunikasi, operator energi, hingga institusi pendidikan.
Pendekatan ini disebut penting untuk memperkuat visibilitas ancaman, meningkatkan ketahanan nasional terhadap serangan cyber, serta menciptakan standar keamanan yang konsisten.
Mulai 2026, Tantangan Semakin Kompleks

Memasuki 2026, industri diprediksi menghadapi risiko yang lebih agresif, terutama yang memanfaatkan model AI dan otomatisasi serangan.
Di tengah perkembangan teknologi, ITSEC Asia menegaskan komitmennya menyediakan solusi konsultan, sistem proteksi, dan strategi keamanan hybrid yang mampu mengikuti dinamika ancaman cyber modern.
Perusahaan juga menyampaikan bahwa tahun-tahun mendatang akan menjadi fase penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan AI di ranah industri, pemerintahan, kesehatan, finansial, hingga layanan publik.

