Foto: Samsung
Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 yang sudah dimulai sejak 15 Juli 2025 telah memasuki Stage 3 dengan membawa tema “Crafting Thoughts for Machines”. Program ini melibatkan 564 peserta yang terdiri dari 284 siswa dan 280 mahasiswa dari 40 sekolah dan 47 kampus.
Stage 3 yang berlangsung sejak 12 November hingga 19 Desember 2025 ini menghadirkan total 14 sesi pelatihan yang seluruhnya dilakukan secara online. Rangkaian ini mencakup 10 kelas wajib berdurasi dua jam yang berfokus pada AI Programming for IoT Kit, serta 4 sesi mentoring kelompok untuk mendiskusikan perkembangan proyek peserta.
Selain peserta, program ini juga melibatkan 113 guru dan dosen pembimbing dalam pembelajaran digital, untuk memberikan pelatihan praktis yang membantu peserta memahami dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara lebih inklusif dan aplikatif.
Kurikulumnya dirancang mengikuti kebutuhan industri, mulai dari pengenalan AI/Machine Learning dan Edge AI, penyusunan model machine learning dari dataset hingga evaluasi, integrasi AI/Machine Learning dengan sensor IoT, hingga pembuatan flowchart komprehensif yang menggambarkan alur model dari proses hingga output di perangkat IoT.
Foto: Samsung
Pada pelaksanaannya, Samsung turut memastikan terjadinya pengalaman belajar yang lebih humanis. Untuk itulah, keterlibatan guru dan dosen menjadi faktor penting dalam memperluas literasi AI di Indonesia.
Berlandaskan data dari Komdigi, Samsung mengungkap bahwa potensi ekonomi dan penerapan AI di Indonesia semakin besar, sehingga diproyeksikan dapat menyumbang sekitar 12 persen terhadap pertumbuhan PDB nasional. Angka ini mencerminkan peluang ekonomi yang luas.
Bagus Erlangga, Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, berharap program Samsung Innovation Campus dapat menciptakan semakin banyak talenta Indonesia yang berani bermimpi besar, karena adanya kemampuan untuk mewujudkannya.
“Setiap anak muda dan pendidik yang bergabung pada di Samsung Innovation Campus membawa potensi besar dalam dirinya. Teknologi seperti AI hanya menjadi bermakna ketika membantu manusia menemukan cara baru untuk belajar, mencipta, dan memecahkan masalah di sekitarnya,” tutup Bagus.

