Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Xiaomi Leica Leitzphone, Bukan Sekadar Logo Leica, Ini yang Membuatnya Berbeda

Dipublish pada Selasa, 3 Mar 2026 | 11:16

Xiaomi Leica Leitzphone, Bukan Sekadar Logo Leica, Ini yang Membuatnya Berbeda

hp xiaomi leica

Xiaomi dan Leica tidak cuma bicara soal lensa dan tuning warna. Di perangkat bernama Xiaomi Leica Leitzphone, kolaborasi mereka dibawa lebih jauh ke pengalaman yang terasa “kamera banget”. Dari desain bodi yang terlihat serius sampai kontrol fisik yang jarang ada di smartphone, Leitzphone ditujukan buat kamu yang ingin memotret dengan rasa lebih personal dan lebih artistik.

Kalau kamu selama ini suka gaya foto Leica atau ingin sensasi memotret yang tidak sekadar tap layar, Leitzphone ini menarik untuk dipahami. Di artikel ini, Pricebook membedah apa yang membuat Xiaomi Leica Leitzphone terasa berbeda, terutama dari sisi desain dan pengalaman kameranya.

Apa yang Membuat Xiaomi Leica Leitzphone Berbeda?

1. Desain premium yang membawa karakter Leica

Di rilis, Xiaomi menekankan bahwa Leitzphone dibuat untuk menghadirkan “warisan dan filosofi desain Leica” ke smartphone. Bahasa simpelnya, ini bukan sekadar hp yang ditempeli logo Leica. Materialnya disebut memakai paduan aluminium dengan lapisan nickel-anodized, yang ditonjolkan sebagai detail premium dan terasa “kamera klasik”.

Buat sebagian pengguna, desain seperti ini bukan cuma gaya. Ini juga soal feel saat perangkat dipakai, digenggam, dan dibawa untuk memotret.

2. Leica Camera Ring: kontrol fisik yang bikin pengalaman motret lebih “hidup”

Salah satu fitur paling ikonik yang disebut di rilis adalah Leica Camera Ring, sebuah dial fisik dengan finishing knurling. Fungsinya bukan sekadar aksen, tapi dibuat untuk memberi sensasi seperti mengoperasikan lensa kamera sungguhan.

Buat fotografer atau konten kreator yang sering memotret, kontrol fisik seperti ini biasanya bikin proses lebih cepat dan terasa lebih intuitif. Kamu tidak selalu harus menatap menu, cukup putar dan atur.

hp xiaomi leica

3. Leica Essential mode: rasa Leica klasik di satu tombol

Leitzphone juga memperkenalkan Leica Essential mode, yang di rilis diklaim mampu mereproduksi “kualitas gambar dan gaya fotografi” dari kamera legendaris seperti Leica M9 dan Leica M3, termasuk karakter film MONOPAN 50.

Kalau diterjemahkan ke kebutuhan pengguna sekarang, mode ini cocok untuk:

  • Kamu yang ingin tone foto lebih “berkarakter”, bukan sekadar tajam
  • Kamu yang suka vibe dokumenter dan street photography
  • Kamu yang ingin hasil foto yang terasa konsisten tanpa edit panjang

4. UI kamera yang disetel Leica, untuk kasual sampai pro

Selain fitur, rilis juga menyinggung software: antarmuka kameranya disebut sudah disetel Leica agar tetap artistik tapi tidak bikin ribet. Ini penting, karena banyak fitur kamera pro di smartphone yang akhirnya jarang dipakai karena terlalu kompleks. Leitzphone mencoba menyeimbangkan dua hal: rasa profesional dan alur pakai yang tetap cepat.

Xiaomi Leica Leitzphone Cocok untuk Siapa?

hp xiaomi leica

Di Pricebook, kami melihat ada beberapa tipe pengguna yang kemungkinan paling “klik” dengan konsep Leitzphone:

  • Pecinta fotografi mobile yang ingin kontrol dan karakter foto lebih kuat
  • Konten kreator yang butuh hasil konsisten dan punya gaya visual khas
  • Pengguna flagship yang bosan dengan kamera hp yang hasilnya mirip-mirip
  • Fans Leica yang ingin rasa Leica klasik, tapi tetap praktis sebagai smartphone

Kalau kamu lebih mementingkan performa gaming atau baterai saja, Leitzphone mungkin bukan prioritas utama. Tapi kalau kamera adalah alasan kamu membeli flagship, ini model yang layak masuk radar.

Penutup

Xiaomi Leica Leitzphone adalah bentuk kolaborasi Xiaomi dan Leica yang bukan sekadar “kamera Leica di hp”. Dari material premium, dial fisik Leica Camera Ring, sampai Leica Essential mode yang mengangkat rasa Leica klasik, perangkat ini diarahkan untuk pengalaman memotret yang lebih personal dan berkarakter.

Share :
Tedi Yuni Alriyanto
932 Posts

Berkarier dari lapangan olah raga sampai jadi ‘inspektur gadget’! Awalnya di Harian NusaBali, sempat keliling nulis soal otomotif, lifestyle, sampai akhirnya nyemplung di dunia gadget dan telekomunikasi. Hobi foto-foto, sekarang jadi ‘senior content dan video ’ di Pricebook. Tanggung jawab? Bikin artikel, video, dan pastikan semuanya sedap dibaca!