
Hp murah selalu laris karena mudah menjangkau semua orang, sehingga banyak vendor smartphone yang berfokus di segmen ini. Efeknya, pasar dibanjiri oleh banyak sekali produk hp murah ini, yang membuat konsumen terkadang bingung saat akan menentukan pilihan mana yang paling sesuai kebutuhan.
Melihat peluang ini, Xiaomi merilis Redmi 15C sebagai penerus dari Redmi 14C, dengan spesifikasi yang cukup mengejutkan di kelasnya. Daya tariknya ada pada layar berukuran besar dengan refresh rate tinggi, baterai jumbo dengan fast charging, RAM besar, serta fitur NFC, di harga yang terjangkau.
Pricebook berkesempatan mengulas Redmi 15C untuk mencoba beragam fitur yang ditawarkan oleh hp 1 jutaan ini, karena terus terang dengan harga yang sangat ramah di kantong, hp Redmi terbaru ini membawa peningkatan yang lumayan signifikan bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Berikut review Redmi 15C.
Desain

Unit Redmi 15C yang saya ulas adalah varian tertinggi dengan RAM 8 GB, yang memiliki ruang penyimpanan internal 256 GB berwarna Mint Green. Selain itu, tersedia juga opsi varian RAM 6 GB dengan memori 128 GB, serta pilihan warna lain yang terdiri dari Midnight Black, Moonlight Blue, dan Twilight Orange.
Kesan pertama saat melihat Redmi 15C adalah perubahan desain yang sangat mencolok, terutama di bagian modul kamera belakang yang kini berbentuk kotak sedikit memanjang ke bawah, dengan posisi di kiri atas, berbeda dengan Redmi 14C yang bundar di tengah.
Redmi 15C memiliki dimensi 173 x 81 x 8,2 mm dan bobot 205 gram. Secara ukuran, memang terbilang bongsor sehingga terasa agak besar di tangan, apalagi bagi pengguna dengan telapak kecil. Tapi di tangan saya yang besar, masih terasa nyaman.
Detail desainnya mencakup tombol volume dan power (sekaligus sensor fingerprint) di sisi kanan, port USB Type-C, audio jack 3,5 mm, serta slot SIM triple tray yang mendukung microSD hingga 1TB. Redmi 15C juga sudah mengantongi sertifikasi IP64, yang membuatnya aman dari cipratan air dan debu ringan.
Layar dan Audio

Panel IPS LCD berukuran 6,9 inci menjadi daya tarik utama Redmi 15C. Resolusinya masih HD+ (1600x720 piksel) dengan kerapatan 254 ppi, sehingga perlu diakui ketajaman layarnya belum maksimal. Namun, refresh rate 120Hz menjadi nilai tambah yang signifikan, membuat scrolling lebih mulus.
Kualitas visualnya cukup oke untuk dipakai harian, dengan tingkat kecerahan yang oke, sehingga masih bisa dilihat dengan aman meski berada di bawah sinar matahari terik. Sedangkan untuk bezel-nya, sangat khas hp 1 jutaan, tebal.
Redmi 15C masih mengandalkan single speaker di bagian bawah. Suaranya cukup kencang, bahkan bisa ditingkatkan hingga 200% untuk kebutuhan di ruangan ramai. Bagi penggemar headset kabel, keberadaan audio jack 3,5 mm jelas menjadi nilai tambah.
Performa

Performa Redmi 15C ditenagai MediaTek Helio G81 Ultra dengan GPU Mali-G52. Chipset ini memang bukan yang tercepat, namun cukup stabil untuk penggunaan sehari-hari. Aktivitas ringan seperti browsing, sosmed, atau multitasking masih berjalan lancar meskipun ada sedikit jeda saat berpindah aplikasi.
Untuk gaming, Redmi 15C masih sanggup memainkan PUBG Mobile dan Mobile Legends dengan cukup baik. Bahkan, pengalaman gaming-nya terasa lebih stabil bila dibandingkan dengan beberapa kompetitor sekelasnya, berkat dukungan fitur Game Turbo. OS Android 15 dengan antarmuka HyperOS 2.0 juga memberi pengalaman software yang segar.
Selain itu, Redmi 15C membawa fitur yang jarang ada di hp entry level, yakni NFC untuk transaksi non-tunai, transfer data, hingga cek saldo kartu dompet elektronik (eMoney). Sistem keamanannya mengandalkan fingerprint di tombol power, dan face unlock yang ketika saya coba, cukup responsif.
Baterai

Sebagai jurnalis, terkadang saya berada di luar kantor dalam waktu lama, dengan terbatasnya akses ke colokan listrik. Jadi dengan adanya baterai 6.000 mAh di Redmi 15C ini, saya sangat terbantu sekali dalam beraktivitas seharian, tanpa khawatir baterai cepat habis.
Bila baterainya menipis pun, fast charging 33W yang disertakan di paket penjualan pun sangat membantu, karena saya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk mengisi daya hingga penuh. Ini menjadi nilai plus besar, karena banyak kompetitor di kelas yang sama, hanya mendukung charging berdaya lebih rendah.
Kamera

Redmi 15C mengusung kamera utama 50 MP dengan PDAF, yang ditemani depth sensor dan LED flash, sementara kamera depannya dibekali resolusi 8 MP. Untuk ukuran hp entry level, hasil fotonya cukup memuaskan dengan warna natural, detail tajam, dan dynamic range rapi.
Mode portrait dari kamera utama maupun depan mampu menghasilkan bokeh yang cukup presisi. Sementara untuk video, Redmi 15C mendukung perekaman hingga 1080p 30fps. Meski tanpa OIS, hasil rekamannya masih cukup layak untuk kebutuhan harian atau konten media sosial yang tidak terlalu spesifik soal kualitas.
Kesimpulan

Redmi 15C adalah pilihan hp entry level yang menonjol berkat kombinasi baterai jumbo 6.000 mAh, layar besar 120Hz, RAM besar, fitur NFC, dan kamera 50 MP. Kekurangannya ada di resolusi layar yang masih HD+, desain bongsor yang buat sebagian orang mungkin kurang nyaman di genggam, speaker mono, dan absennya sensor gyroscope.
Bagi pengguna yang butuh hp ringan, tipis, atau performa gaming lebih serius, mungkin hp Redmi terbaru ini belum bisa memenuhi ekspektasi. Namun untuk mereka yang mencari baterai awet, layar besar untuk multimedia, dan fitur cukup lengkap di harga yang terjangkau, maka Redmi 15C sangat saya rekomendasikan.

