
Persaingan smartphone kelas menengah atau mid-range di Indonesia seakan tidak memiliki tombol stop. Hampir setiap bulan, selalu ada produk baru yang rilis, salah satunya adalah iQOO Neo 10 yang hadir membawa identitas sebagai “flagship killer”, berkat spesifikasi tinggi dan fitur lengkap yang ditawarkannya.
Bila belum familiar dengan iQOO, mereka adalah brand dari vivo yang produk-produknya berfokus pada performa dan kinerja tinggi, dengan target pasar utama para mobile gamer dan power user.
Sejak rilis resmi di Indonesia beberapa waktu lalu, iQOO Neo 10 langsung bikin penasaran karena desainnya yang simpel dan tidak mencerminkan sebuah perangkat hp gaming dengan performa kuat. Namun anggapan tersebut perlahan terkikis setelah tim redaksi Pricebook mendapatkan kesempatan untuk mengulasnya secara mendalam.

Namun sebelum membedah lebih dalam iQOO Neo 10, perlu diinformasikan bahwa unit yang saya ulas dalam artikel ini adalah iQOO Neo 10 berwarna hitam dengan RAM 16 GB dan ruang memori internal seluas 512 GB.
Pada paket pembeliannya, iQOO turut menyertakan kabel Type-C to Type-C, kepala charger 120W, dan softcase berwarna Onyx Black (hitam), sementara untuk kelengkapannya, ada SIM ejector dan dokumen garansi beserta buku manual.
Berikut review iQOO Neo 10!
Desain

Berbicara soal desain, kesan pertama pada unit iQOO Neo 10 yang saya ulas ini adalah tampilan minimalis dengan nuansa modern. Sementara dari bobotnya, smartphone ini lumayan ringan, meski membawa baterai besar 7.000 mAh. Berat hp iQOO terbaru ini 206 gram, dengan ketebalan 8.09 mm. Ini membuatnya cukup nyaman di genggaman tangan saya yang besar.
Desain modul kamera iQOO Neo 10 menggunakan konsep Porthole yang menjadi salah satu ciri khas seri number dari iQOO. Frame-nya menggunakan material plastik dengan finishing matte. Secara umum, penggunaan material ini bikin hp tidak mudah selip, namun bagian panel belakangnya masih meninggalkan bekas sidik jari, meski tipis.

Lanjut menelusuri desain bodinya, bagian belakang smartphone ini sedikit melengkung di keempat sisi, termasuk di keempat sudutnya, yang membuatnya cukup nyaman di telapak tangan ketika digunakan untuk bermain game dalam waktu lama.
Dukungan sertifikasi IP65 juga menjadi nilai plus, menjamin ketahanan terhadap debu dan cipratan air, bahkan diklaim tahan hujan (simulasi hingga 12 jam). Merangkum keseluruhan desainnya, iQOO Neo 10 tampak sekali memerhatikan estetika sembari tetap fokus di sisi kenyamanan.
Layar

Layar iQOO Neo 10 terbilang salah satu yang terbaik di segmen flagship killer. Smartphone ini mengusung panel AMOLED 6.78 inci dengan resolusi 1.5K (2800×1260 piksel), rasio 20:9, dan sudah mendukung refresh rate hingga 144Hz. Tingkat kecerahan maksimalnya mencapai 5,500 nits, membuat tampilannya tetap jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.

Tampilan warna layarnya juga kaya berkat dukungan 10-bit color, dan mampu menyajikan gradasi halus dengan total 1,07 miliar warna. Untuk menyesuaikan tampilan layar secara otomatis, iQOO menyematkan mode Smart Switch.
Selain itu, fitur pendukung layarnya pun lengkap, mulai dari MEMC, Super Resolution, hingga pelindung SCHOTT Xensation Up Glass yang lebih tahan gores. Bezel tipis di sisi layar juga memberikan rasio screen-to-body yang lega. Secara keseluruhan, layar iQOO Neo 10 tidak hanya unggul di atas kertas saja, karena ketika dirasakan langsung, memang terbukti klaimnya.
Performa

Masuk ke pembahasan yang menjadi keunggulan utama dari iQOO Neo 10, yaitu performa. Jujur saya bukan heavy gamer, namun ketika mencoba bermain game di smartphone ini menggunakan pengaturan tertinggi, rasa yang saya dapatkan cukup memuaskan, dan ini alasannya.
iQOO Neo 10 ditenagai chipset Snapdragon 8s Gen 4 dari Qualcomm yang arsitekturnya serupa dengan Snapdragon 8 Elite. RAM 16 GB yang dimilikinya bisa ditingkatkan dengan extended RAM 16 GB, yang menjadikan total RAM-nya 32 GB. Sementara ruang penyimpanan 512 GB UFS 4.1 turut mendukung dengan jaminan kecepatan baca-tulis maksimal.
Hasil pengujian Antutu Benchmark yang saya lakukan mencatat skor di angka 2 jutaan poin, memperlihatkan performa yang sangat kencang. Untuk gaming, GPU Adreno 825 mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact hingga 144fps, berkat Supercomputing Chip Q1 yang mendukung frame interpolation dan peningkatan resolusi real-time ke 1.5K di lebih dari 20 game populer.

Sistem pendingin Canopy VC Liquid Cooling dengan luas permukaan 7,000 mm² dan 9 sensor suhu menjamin suhu tetap stabil meski beban kerjanya tinggi. Ini terbantu dengan adanya lapisan graphite pyrolytic yang bahkan menjangkau area kamera depan untuk mencegah penumpukan panas.
Fitur Ultra Game Mode memungkinkan pemantauan fps melalui Game Sidebar, serta mengaktifkan Monster Mode untuk pengalaman gaming maksimal. Ditambah Flagship Surround Antenna Architecture dengan 24 antena, sinyal tetap stabil meski perangkat digunakan dalam posisi landscape saat gaming.
Baterai

Dukungan daya pada iQOO Neo 10 terbilang impresif dengan tersematnya baterai berkapasitas 7.000 mAh yang didukung pengisian daya cepat 120W FlashCharge. Klaimnya, pengisian dari nol sampai 50% dapat dilakukan hanya dalam waktu 19 menit, dan 100% dalam pengisian sekitar 36 menit. Setelah dicoba, ya beda-beda tipis lah, masih sesuai klaimnya.
Tersedia juga fitur Bypass Charging yang memungkinkan arus listrik langsung dialirkan ke motherboard saat bermain game sambil mengisi daya, menjaga suhu tetap stabil dan memperpanjang umur baterai.
Dengan kombinasi daya besar, kecepatan pengisian tinggi, dan beragam fitut cerdas, menjadikan iQOO Neo 10 cocok untuk digunakan dalam keseharian hingga sesi gaming intens.
Kamera

Sejak awal saya menyinggung bahwa keunggulan utama iQOO Neo 10 ada di performa, namun bukan berarti sektor lain tidak mendapatkan perhatian, misalnya kamera. Di luar ekspektasi saya, detail hasil jepretannya tajam dan secara umum mendukung berbagai skenario pengambilan gambar untuk beragam kebutuhan.
Hp iQOO terbaru ini dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX882 yang sudah dilengkapi OIS. Dukungan kamera sekunder 8 MP dengan lensa ultra wide-angle semakin melengkapi kinerja fotografinya, sementara untuk kebutuhan selfie dan vlogging, tersedia kamera depan 32 MP.
HDR di kamera iQOO Neon 10 bekerja optimal. Selain itu, fokusnya juga cepat dan akurat, serta kualitas wide yang mendukung foto lanskap atau group selfie dengan baik. Kamera depan juga dapat diandalkan untuk selfie dan portrait dengan hasil yang natural.
Pada kondisi minim cahaya pun, meski masih terlihat sedikit noise, namun secara keseluruhan tetap baik berkat fitur Super Night Mode. Fitur-fitur kamera lainnya termasuk Portrait Mode dengan focal length 35mm, hingga efek bokeh unik seperti Swirl, Bubble, dan Natural Bokeh.
Untuk memotret objek yang bergerak, saya menggunakan fitur Snapshot dengan zero-latency capture yang membuat hasil foto tetap tajam tanpa blur.
Fitur AI
Pada sisi AI, iQOO Neo 10 membawa ekosistem yang terintegrasi dengan vivo. Salah satu fitur favorit saya di hp ini adalah Live Cutout, yang bisa digunakan untuk memisahkan objek dari background secara otomatis hanya dengan satu sentuhan. Sebagai pengguna smartphone yang suka fotografi dan mengedit konten untuk Instagram, fitur ini berguna sekali.
Untuk menggunakannya, saya hanya perlu memilih foto, lalu tap dan tahan gambarnya. Setelah itu, objek akan langsung terpisah dengan rapi, tanpa perlu menggunakan aplikasi edit foto. Ini jadi mempercepat proses edit gambar dengan sangat praktis.
Kesimpulan
Setelah mencoba iQOO Neo 10, saya jadi semakin percaya bahwa smartphone ini memang flagship killer yang solid. Performanya kencang berkat Snapdragon 8s Gen 4, layarnya tajam dengan refresh rate tinggi, baterainya besar dengan pengisian super cepat, dan tidak ketinggalan desainnya yang ganteng.
Kamera dan fitur AI juga cukup lengkap untuk kebutuhan harian dan pembuatan konten. Ditambah sistem pendingin canggih dan desain antena yang mendukung konektivitas stabil, iQOO Neo 10 layak jadi pilihan hp terjangkau dengan performa flagship.
Harga iQOO Neo 10
- Rp 5.999.000 (8 GB/256 GB)
- Rp 6.499.000 (12 GB/256 GB)
- Rp 7.499.000 (16 GB/516 GB)
Demikian review iQOO Neo 10 ini, semoga membantu, ya!

