
Carl Pei, CEO Nothing, kembali membuat pernyataan berani. Melalui media sosial, Pei menyatakan ambisinya untuk menarik pengguna iPhone yang "bosan"—satu per satu—ke ekosistem Nothing. Pernyataan ini diiringi pengumuman ekspansi ritel Nothing ke pasar Amerika Serikat melalui Best Buy, langkah yang dinilai sebagai upaya serius menghadapi dominasi Apple dan Samsung.
Nothing memposisikan diri sebagai alternatif segar di tengah pasar smartphone yang dinilai Pei semakin homogen. Kritik Pei terhadap Apple bukan hal baru—brand Nothing memang kerap menggunakan narasi "anti-establishment" dalam strategi pemasarannya. Ekspansi ke Best Buy akan memberikan visibilitas fisik yang selama ini kurang dimiliki Nothing di pasar AS, di mana pengguna biasanya mengenal produk melalui operator seluler atau toko resmi.
Namun, Android Central dalam artikelnya mengingatkan realita yang Pei mungkin meremehkan: iMessage. Ekosistem pesan Apple yang terkunci di iPhone menjadi "sandera" yang sangat kuat bagi penggunanya—jauh lebih sulit dilepaskan dibanding sekadar preferensi desain atau harga. Tren "green bubble" di Amerika Serikat menciptakan tekanan sosial nyata yang membuat berpindah dari iPhone terasa mahal secara sosial.
Tentang lini produk Nothing saat ini yang relevan untuk pasar AS:
Nothing Phone (2) — Andalan utama Nothing di AS
Chipset Snapdragon 8+ Gen 1, layar OLED 6,7 inci 120Hz, kamera ganda 50MP (belakang) + 32MP (depan), baterai 4.700 mAh dengan pengisian 45W. Harga: $599 (8GB/128GB), $699 (12GB/256GB), $799 (12GB/512GB). Resmi masuk AS sejak 17 Juli 2023. Desain kaca transparan dengan antarmuka Glyph menjadi daya tarik utama.
Nothing Phone (2a) — Versi lebih terjangkau
Ditenagai MediaTek Dimensity 7200 Pro (dikembangkan bersama MediaTek), layar AMOLED 120Hz, kamera utama 50MP. Di AS hanya tersedia melalui Nothing Developer Program seharga $349—ketersediaan yang sangat terbatas karena Nothing belum berkomitmen penuh ke pasar AS tanpa kemitraan operator yang tepat.
Sub-merek CMF (Nothing) juga menunjukkan pertumbuhan kuat di pasar seperti India, meskipun CMF tidak akan meluncurkan ponsel baru pada 2026 menurut pernyataan co-founder Akis Evangelidis.
Harga dan ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Nothing Phone (2) sudah tersedia. Nothing Phone (2a) tersedia terbatas melalui Developer Program AS.
Pernyataan Carl Pei yang provokatif adalah strategi marketing yang efektif. Namun pertarungan sesungguhnya bukan hanya soal desain atau harga—tapi ekosistem. Selama iMessage tetap menjadi perekat sosial di AS, jalan Nothing untuk "mencuri" pengguna iPhone akan tetap panjang dan berliku.

