Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Arm Perkenalkan Neural Technology untuk Android: Grafis Sekelas PC Berkat NSS, NSSD, dan NFRU di Game Neural Dawn

Dipublish pada Rabu, 10 Jun 2026 | 16:50

Arm Perkenalkan Neural Technology untuk Android: Grafis Sekelas PC Berkat NSS, NSSD, dan NFRU di Game Neural Dawn

Arm Perkenalkan Neural Technology untuk Android: Grafis Sekelas PC Berkat NSS, NSSD, dan NFRU di Game Neural Dawn-0

Arm, perusahaan arsitektur chip terkemuka di balik sebagian besar prosesor smartphone dunia, memperkenalkan suite teknologi grafis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi merevolusi pengalaman gaming di perangkat Android. Teknologi ini, yang dinamai Arm Neural Technology, dipamerkan melalui sebuah game demo bernama Neural Dawn—hasil kolaborasi Arm dengan studio game Sumo Digital. Para pengamat teknologi menyebutnya sebagai "DLSS untuk Android", mengacu pada teknologi peningkatan grafis NVIDIA yang sudah lama menjadi standar emas di PC.

Arm Neural Technology adalah suite yang terdiri dari tiga komponen utama, masing-masing menangani aspek berbeda dari performa grafis mobile:

Neural Super Sampling (NSS) bertugas meningkatkan kualitas gambar secara efisien. NSS mampu melakukan upscaling resolusi dari 540p ke 1080p hanya dalam sekitar 4 milidetik per frame, sekaligus mengurangi beban kerja GPU hingga 50% dibandingkan rendering native beresolusi penuh. Artinya, game bisa tampil tajam tanpa menguras baterai secara berlebihan.

Neural Super Sampling and Denoising (NSSD) dirancang khusus untuk menangani efek ray tracing. Teknik pencahayaan ini menghasilkan gambar yang sangat realistis, namun seringkali disertai "noise" atau bintik-bintik visual. NSSD menghilangkan noise tersebut tanpa mengorbankan detail gambar, sehingga ray tracing dapat digunakan secara praktis di perangkat mobile.

Neural Frame Rate Upscaling (NFRU) adalah komponen yang meningkatkan kelancaran visual. Dengan NFRU, game yang secara teknis berjalan pada 30 frame per detik (fps) dapat terlihat jauh lebih mulus bagi mata pengguna, mendekati pengalaman 60 fps.

Ketiga teknologi ini berjalan berdampingan dalam Neural Dawn, game demo yang menjadi showcase pertama penggunaan Unreal Engine MegaLights di platform mobile. MegaLights—fitur Unreal Engine yang sebelumnya hanya ditemui di game konsol dan PC kelas atas seperti Gears of War: E-Day—memungkinkan pengembang menyertakan ratusan sumber cahaya dinamis dan bayangan ray-traced secara real-time. Neural Dawn dikembangkan oleh tim 17 orang di Sumo Digital selama 18 bulan, menggunakan Unreal Engine 5.6.1.

Satu poin penting yang perlu dicatat: Arm Neural Technology adalah nama suite teknologinya, sedangkan Neural Dawn adalah nama game demonya. Keduanya berbeda, namun bekerja bersama untuk menunjukkan potensi maksimal GPU Mali generasi berikutnya. Teknologi ini hanya akan tersedia untuk perangkat Android yang ditenagai GPU Arm Mali generasi mendatang, yang dilengkapi akselerator neural khusus. Perangkat dengan chipset Snapdragon belum tercakup dalam fase awal ini.

Untuk membantu para pengembang mengadopsi teknologi ini, Arm telah merilis Neural Graphics Development Kit—berisi plugin Unreal Engine, tools, dokumentasi, dan model upscaling. Arm juga berencana memperbarui kit ini pada Juli 2026 dengan sumber daya NFRU dan NSS yang ditingkatkan.

Arm Neural Technology adalah teknologi dasar (underlying technology) yang tidak dijual langsung kepada konsumen. Ketersediaannya bergantung pada produsen chip yang mengadopsinya ke GPU Mali generasi mendatang.

Game Neural Dawn dijadwalkan rilis pada Q4 2026, eksklusif untuk perangkat Android dengan GPU Arm Mali generasi berikutnya.

Dengan Arm Neural Technology, gaming di Android berpotensi melompati batasan yang selama ini memisahkan pengalaman mobile dari konsol dan PC. Jika adopsi oleh produsen chipset berjalan lancar, pengguna Android bisa menikmati visual sekelas konsol dari genggaman tangan mereka dalam waktu dekat.

Share :
Raga Wahyu

Mulai karier sebagai tech reviewer sejak 2019, dari sekadar hobi ngulik gadget sampai akhirnya jadi bagian dari tim Pricebook. Pernah ngerasain serunya review HP, laptop, sampai perangkat Smart Home.