Pricebook
  1. >
  2. Artikel>
  3. Samsung Fokus Asia Tenggara Jadi Pasar Strategis AI

Dipublish pada Selasa, 3 Mar 2026 | 12:34

Samsung Fokus Asia Tenggara Jadi Pasar Strategis AI

Samsung Fokus Asia Tenggara Jadi Pasar Strategis AI

Samsung Electronics semakin serius menjadikan Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) sebagai wilayah strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) mobile. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh TM Roh, Chief Executive Officer dan President Samsung Electronics, dalam sesi panel regional usai peluncuran Galaxy S26 Series.

Menurut TM Roh, 9 dari 10 anak muda di Asia Tenggara saat ini menggunakan fitur AI di perangkat seluler mereka setiap hari. Angka ini menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu pasar dengan adopsi AI tercepat di dunia.

Data tersebut sekaligus menjelaskan mengapa Galaxy S26 Series tidak hanya diposisikan sebagai pembaruan flagship tahunan, tetapi sebagai perangkat yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih proaktif, kontekstual, dan menyatu dengan aktivitas harian pengguna.

Dalam peluncuran terbarunya, Samsung menekankan pendekatan yang disebut sebagai agentic AI. Secara sederhana, agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang tidak hanya menunggu perintah, tetapi mampu bekerja secara cerdas di latar belakang untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan lebih natural.

Melalui Galaxy S26 Series, Samsung ingin mengurangi langkah manual yang biasanya dilakukan pengguna saat mencari informasi, mengelola konten, hingga mengatur aktivitas harian. AI dirancang untuk memahami konteks, mengenali pola penggunaan, dan memberikan rekomendasi secara otomatis.

Dengan pendekatan ini, Galaxy S26 dapat dipahami sebagai flagship Samsung 2026 yang mengintegrasikan agentic AI untuk menyederhanakan kehidupan digital sehari-hari, khususnya bagi pengguna di Asia Tenggara yang sudah terbiasa menggunakan AI dalam rutinitas mereka.

Samsung Fokus Asia Tenggara Jadi Pasar Strategis AI

TM Roh juga menyoroti pentingnya lokalisasi dalam pengembangan Galaxy AI. Samsung mengoptimalkan fitur AI agar mampu memahami bahasa, budaya, serta kebiasaan digital di masing-masing negara.

Untuk mendukung strategi tersebut, Samsung mengandalkan tiga pusat R&D di Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Pengembangan ini memastikan bahwa Galaxy AI tidak hanya relevan secara global, tetapi juga adaptif terhadap konteks lokal.

Pendekatan lokalisasi ini menjadi krusial mengingat karakter pasar Asia Tenggara yang sangat beragam, baik dari sisi bahasa maupun perilaku digital.

Selain membahas AI, TM Roh juga memaparkan tren premiumisasi pasar. Sebanyak 67% penjualan Galaxy S25 Series di kawasan Asia Tenggara dan Oseania berasal dari varian Ultra. Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen di wilayah ini semakin menghargai pengalaman premium, bukan sekadar harga.

Penjualan Galaxy S25 Series bahkan melampaui generasi sebelumnya, didorong oleh ulasan pengalaman nyata dan rekomendasi pengguna.

Melihat momentum tersebut, Galaxy S26 Series akan diluncurkan tahap awal di Thailand, Australia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Langkah ini memperlihatkan bahwa Samsung melihat kawasan SEAO sebagai barometer penting dalam strategi flagship globalnya.

Samsung perkuat strategi AI di asia tenggara

Jika ditarik lebih luas, pernyataan TM Roh memperlihatkan bahwa Asia Tenggara kini menjadi laboratorium nyata untuk evolusi AI smartphone. Dengan penetrasi AI harian yang sangat tinggi di kalangan generasi muda, kawasan ini menjadi tempat ideal untuk menguji bagaimana AI dapat benar-benar bekerja sebagai asisten digital yang proaktif.

Galaxy S26 bukan hanya soal peningkatan spesifikasi atau kamera, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Samsung untuk membangun ekosistem AI mobile yang menyatu dalam keseharian pengguna.

Ketika AI tidak lagi sekadar fitur, tetapi menjadi sistem yang memahami kebutuhan pengguna secara kontekstual, di situlah diferensiasi kompetitif akan terbentuk.

Share :
Imam Ali
1052 Posts

Berbekal photography dan multimedia desain membuka jalan ke perusahaan konsultan cekindo.com. Awali karir jurnalistik di Majalah Chip Foto Video. Ketertarikan pada teknologi dan gadget berkembang ke Majalah Chip dan Chip.co.id, mulai dari review gadget dan peripheral PC, berlanjut ke Tabloid Sinyal dan SinyalMagz. Hobi otomotif memberi kesempatan bekerja di Agency mengawal konten otomotif. Di Pricebook, membuat beragam artikel terkait news, ulasan dan review serta info pasar yang berbasis SEO.