
Setiap kali Samsung meluncurkan seri A terbaru, pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan pengguna di Indonesia adalah: "Seberapa besar peningkatannya dibanding tahun lalu?". Dengan kehadiran Samsung Galaxy A37 5G, perdebatan ini kembali hangat. Sebagai penerus dari Galaxy A36 5G yang sangat populer, A37 5G membawa sejumlah perubahan kunci yang menyasar sektor kecerdasan buatan (AI), durabilitas, dan kemampuan kamera di kondisi minim cahaya.
Bagi Anda yang saat ini memegang Galaxy A36 5G dan sering menghabiskan waktu produktif di area seperti Grand Indonesia, memahami perbedaan teknis dan fungsional antara kedua perangkat ini sangatlah penting sebelum memutuskan untuk melakukan trade-in.
Secara sekilas, keduanya mungkin tampak mirip dengan bahasa desain khas Samsung yang minimalis. Namun, peningkatan besar terletak pada daya tahannya. Jika Galaxy A36 5G memiliki sertifikasi IP67, Galaxy A37 5G naik kelas dengan sertifikasi IP68.
Artinya, Galaxy A37 5G memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap debu dan air (hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit). Bagi pengguna yang aktif beraktivitas di luar ruangan atau sering membuat konten di kondisi ekstrem, peningkatan durabilitas ini memberikan ketenangan pikiran yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Sektor layar menjadi pembeda yang sangat terasa saat penggunaan di bawah sinar matahari langsung. Galaxy A36 5G sudah memiliki layar yang bagus, namun Galaxy A37 5G membawa tingkat kecerahan puncak hingga 1.900 nits. Ini adalah peningkatan signifikan yang memastikan keterbacaan layar tetap sempurna meski Anda sedang berada di bawah terik matahari Jakarta. Warna yang dihasilkan panel Super AMOLED 6,7 inci pada A37 juga terasa lebih kontras dan hidup berkat optimasi Vision Booster terbaru.
Dapur pacu adalah jantung dari perbedaan kedua ponsel ini. Galaxy A37 5G ditenagai oleh Exynos 1480, yang merupakan lompatan besar dari chipset yang digunakan pada A36 5G. Perbedaan paling mencolok bukan hanya pada kecepatan CPU, melainkan pada NPU (Neural Processing Unit) yang jauh lebih kuat.
NPU yang lebih bertenaga ini memungkinkan Galaxy A37 5G menjalankan fitur Awesome Intelligence (AI) secara on-device dengan lebih mulus. Fitur seperti Circle to Search, AI Select, dan Edit Suggestion bekerja lebih instan di A37 5G, sementara pada A36 5G fitur-fitur ini mungkin terasa lebih terbatas atau memerlukan waktu pemrosesan lebih lama.

Meskipun keduanya mengusung sensor utama 50MP, hasil akhir foto malam hari pada Galaxy A37 5G menunjukkan perbedaan kualitas yang kontras. Berkat pemrosesan sinyal gambar (ISP) terbaru pada Exynos 1480, fitur Nightography pada A37 5G mampu menangkap detail lebih banyak dengan noise yang jauh lebih rendah dibandingkan A36 5G. Jika Anda adalah tipe pengguna yang sering mengabadikan momen midnight vibes atau acara malam hari, kemampuan kamera A37 5G akan terasa sebagai peningkatan yang sangat memuaskan.
Samsung memberikan komitmen yang lebih panjang untuk Galaxy A37 5G. Perangkat ini dijanjikan mendapatkan 6 tahun pembaruan OS dan keamanan, sementara Galaxy A36 5G memiliki siklus dukungan yang lebih pendek. Ini menjadikan A37 5G sebagai investasi yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang hingga tahun 2032.
Jika Anda sangat mengandalkan smartphone untuk konten media sosial (terutama video malam), sering bekerja di luar ruangan, dan menginginkan fitur AI terbaru yang berjalan mulus, maka upgrade ke Galaxy A37 5G sangat direkomendasikan. Apalagi dengan promo Trade-In di bulan April 2026 yang memberikan jaminan harga tinggi untuk unit A36 5G Anda, biaya transisinya menjadi sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp299 ribuan per bulan.
Namun, jika penggunaan Anda hanya sebatas komunikasi standar dan hiburan ringan di dalam ruangan, Galaxy A36 5G sebenarnya masih merupakan perangkat yang cukup mumpuni untuk saat ini.

